_semakin merindukan Mu

3:21 am

Lega ? or Lega… :)

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 3:21 am


Lega ? or Lega… :)

Hamdulillah…

dah kurang lebih 1 tahunan na nggak nulis di blog ini.
banyak liku-liku hidup yang tlah dan sedang na jalani.

mulai dari perubahan karakter my ikhwahs /or emang aslinya gitu :) /,
virus yang mulai smakin teredam hingga fitnah dari “senior” yang membesar-besarkan masalah, padahal beliaunya nggak pernah tabayyun ke na langsung.
hingga,
kini tlah na temukan, tlah na dapatkan sesuatu yang indah
di “komunitas” baru /serruuu…. abiss!/

woow…
hidup indah penuh dengan warna

banyak yang harus na evaluasi
mutaba’ah diri

kepanjen, 13 Februari 2007

10:36 am

pLeASe

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 10:36 am


Kumohon

lupakan semua itu
biarkan itu berlalu
karna kutahu
itu bukan maumu

jangan kau kira aku mampu
menjaga semua itu
tanpa bantuanmu
i love u in creed

note : tuk someone yang hampir “mem*****ku” … makasih yach
he… he… bercanda. wakaka :)

.:: It’s yours ??

Filed under: .:: T A U J I H ::. - Administrator @ 7:50 am

Renungan bagi kita semua…

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
bahwa hartaku hanya titipan-Nya,
bahwa anakku hanya titipan-Nya,

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkannya padaku?
untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan
untuk milik-Nya ini?

adakah aku memiliki hak atas
sesuatu yang bukan milikku?
mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah “derita”.

ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok
dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

Seolah …
semua “derita” adalah hukuman
bagiku.

Seolah …
keadilan dan kasih-Nya harus
berjalan seperti matematika

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”

by : WS Rendra

aPOlogiZe

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:50 am


APOLOGIZE

may in presently….
not more than two weeks…
i will to conclude ***..

so, Please forgive me.

.:: hOlocAUst ???

Filed under: .:: U M U M ::. - Administrator @ 7:48 am

D A G E L AN

Seperti kita ketahui ……

  • Image hosting by Photobucket
  • maka perusahaan pilem disana melakukan…

    Image hosting by Photobucket

    dari waktu ke waktu, setiap warga sipil di ajari….

    Image hosting by Photobucket

    maka sang teroris mulai memimpin ….

    Image hosting by Photobucket

    dan setiap militer diberi kebohongan ….

    Image hosting by Photobucket

    untuk melegalkan …..

    Image hosting by Photobucket

    kAu TLah peRgI

    Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:47 am

    K E N A N G A N K U

    ini adalah sebagian isi surat seseorang kepada sahabatnya:
    Wan sebenarnya aku ingin tertawa, membayangkan tingkahmu… tapi setelah kulihat foto itu aku jadi sungkan. Wan kamu masih seperti dulu. banyak orang yang bilang kamu itu orangnya serius, keras, kaku dan ciri khas lainnya yang biasa disematkan untuk kaum pria di zaman baheula.
    Itu kata orang lho! tapi tidak untukku, kamu itu orangnya suka bercanda, humoris banget dan pokok e kloplah denganku.
    Kadang dalam canda yang kau lontarkan, ada taujih yang …… (subhanalloh).
    kita memang punya banyak persamaan, tapi anehnya persamaan itu yang membuat kita memakai kendaraan yang berbeda. Lucu yach ?! he.. he…

    Masih ingat di akhir bulan itu sebelum kita berangkat ke ibukota?
    Sebenarnya aku sudah curiga ketika kamu dengan sedikit memaksa dan nekat ngomong ke ibuku agar mengijinkan aku menginap di rumahmu. Dan kamupun tahu kalo ibu pasti akan mengizinkan. Kan ibuku sudah tahu kalo ortumu pulang kampung. Kuyakin pasti kamu mau ngajak aku diskusi.
    Malam itu kamu awali dengan masalah yang telah terpendam lama di hatimu. Aku tidak menyangka kamu juga memikirkan itu semua. Dan pola pikir kita sama. Kita tertawa bersama. Ah… Wan aku merindukan itu semua.

    Insya Alloh, sekitar dua minggu kita memikirkan semua itu.
    Dan akhirnya, “aku pilih sing iki ae!” dengan senyummu yang khas.
    wah hebat…!! keputusanmu sangat-sangat di luar dugaan. It’s great bro!
    tapi seperti biasa aku akan menjawab pertanyaanmu dengan “biarlah waktu yang menjawabnya”.
    dengan gemas kamu memukuli lenganku.

    Berbekal keputusan itu kita berangkat bersama ke ibukota, walaupun akhirnya kamu hanya sampai di bekasi.

    Empat bulan setelah itu kuputuskan untuk kembali ke masa-masa awal aku mengenal ini semua. he… he…. Pilihan kita sama. Ku simpan semua ini, berharap suatu saat akan menjadi surprise bagimu. :)

    Hampir dua setengah tahun tlah terlewati…….
    aku tidak pernah bertemu denganmu.
    Hingga dua hari yang lalu, ketika aku pulang kampung dan membaca surat undanganmu. Barokallohu laka wabaroka ‘alayka wajama’a baynakuma fi khoir. :) It’s surprised. dan lebih mengejutkan lagi ketika adikku memberikan buku dan pesan darimu.
    Bahagia bercampur sedikit kesedihan.
    Kamu ganti kendaraan lagi?.
    Lebih tenang dan mantap memakai kendaraan itu, katamu.
    Yee….. padahal aku mau memberi kamu kejutan dengan pilihan ini, eh malah aku yang terkejut dengan perubahan pilihanmu.
    Apakah bekasi tlah mengubah semuanya ?
    O ya wan, salamku untuk seseorang yang tlah membantumu ”hijrah” di bekasi, aku mengenal beliau.Kami juga telah berdiskusi. Beberapa kali. Beliau enak di ajak diskusi

    Tapi gpp dah….
    Walaupun beda kendaraan, yang penting khan jalan yang kita tempuh sama.
    Aku masih merindukan diskusi hangat kita.
    Cepat-cepatan sampai garis finish yuk!


    GangLawu ba’dha isya
    Sambil mendengarkan perkembanganmu dari ortumu.
    Ada sesuatu yang mengkristal di sudut mata ini.

    ____________________________________________________________
    nb:
    - wan, di gangwilis malam itu, aku bertemu dengannya. Kami sempat ngobrol sebentar, dia menanyakanmu. Ah… wan dia terlalu jauh keluar dari jalan ini. Do’akan ia cepat kembali ! yach, walaupun mungkin tidak bersama rombongan kendaraanku atau kendaraanmu. Setidaknya bersama kendaraan yang pernah kita ikuti bersama!
    - Wan, katanya kamu tersenyum melihat stiker yang ada di kamarku?
    Itulah kendaraanku, kendaraan yang telah menjadi keputusanmu, sebelum kita pergi dari ganglawu.
    - Berdo’alah untukku agar dapat menyusulmu mencapai salah satu cita kita.
    Wan, ibuku sudah memberi lampu hijau untuk ini. . Hanya pesan beliau jangan yang jauh-jauh kaya’ kamu. He.. he…

    N E C R O L O G I E S

    Filed under: .:: T A U J I H ::. - Administrator @ 7:46 am

    Saat Ajal Menjelang

    Kurang lebih satu minggu yang lalu mbah buyutku /+ 90 tahun/ meninggalkan alam fana ini, padahal belum genap satu bulan sebelumnya mbah putri /75 tahun/ juga meninggal dunia. :(
    Masih teringat di memoriku, petuah mbah buyut “sing ati-ati yo le urip ning alam dunyo kiyi! akeh godane“. kata-kata dari bibir yang semakin renta itu menjadi sangat berbeda. Aneh. Aku merasakan ada ruh yang sangat kuat.

    Kejadian inipun kualami lagi kemarin siang. Ketika seperti biasa setelah mencium tangan mbah kakung, beliau akan mempersilahkanku duduk disampingnya. Seperti biasanya pula cerita-cerita penuh pengalaman itu mengalir dengan sendirinya. Hingga ketika beliau bercerita tantang meninggalnya mbahputri, kulihat ada butiran kristal jatuh membasahi pipinya yang semakin keriput. Satu petuah lagi yang kudapat. Mungkin kalau dalam bahasa indonesia artinya “Semua manusia pasti akan kembali menemui pemiliknya“. Sekali lagi kutemukan ruh yang mengalir bersama ucapannya, walaupun sering kudengar dari beberapa orang sebelum beliau.

    Ah… apakah aku harus menunggu mengalami musibah atau menjadi tua agar kata-kata ini memiliki ruh?
    kuyakin tidak .
    Ya Alloh berikan aku kekuatan untuk mengambil kebaikan dari setiap kejadian yang menimpa diri ini.

    O ya…, satu lagi berita duka datang dari seorang sahabat, ustadz, saudaraku di jalan Alloh Al Akh Feri DS. Putri beliau yang bernama ZULFA SYAHIDA ROBBANI meninggal dunia, padahal usianya baru 3 hari. yach 3 hari. :(
    Ya Alloh semoga ia menjadi saksi untuk kedua orangtuanya, kelak di Surga. Amin

    Ah… maut
    Ternyata engkau sangat dekat
    tapi kenapa kesadaran ini tidak semakin menguat

    Ya Alloh…..
    bukankah maut tidak hanya menghampiri mereka?
    bukankah suatu saat pasti akan datang menyapaku?
    sadarkanlah diri ini.

    Ya Alloh…..
    bantulah aku menjawab semua pertanyaan malaikat-Mu

    ________________________________________
    jadi teringat perkataan seorang ulama: “Wahai anak cucu Adam, engkau hanyalah kumpulan dari hari yang terhitung. Apabila berlalu satu hari, berarti hilanglah sebagian daripadamu. Jika hilang sebagian daripadamu, maka bertambah dekatlah saat kematianmu. Jika engkau sudah mengetahui hal itu, maka segeralah berbuat!

    My Inspiration

    Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:46 am

    I N S P I R A S I K U

    Kemarin pertemuan dengan beberapa sosok insan yang …. (subhanalloh).
    Dari beberapa itu ada 2 sosok yang membuat diri ini harus menahan nafas beberapa detik dan melepaskan hembusan nafas ini.. perlahan-lahan penuh kelegaan. Karena jiwa ini begitu mengaguminya.

    Sosok pertama adalah seorang ikhwan /Alhamdulillah, kini bertambah lagi sumber inspirasiku/. Beliau dengan kesederhanaannya mampu menampilkan kedewasaan berpikir, memaksaku untuk mendengarkan apa yang terucap darinya. Satu hal yang menonjol dari beliau selain kedewasaan yang terpancar dari wajah cool-nya adalah perkembangannya yang sangat pesat, dalam beberapa hal terutama untuk tsaqofah dan semangat yang selalu membara. Satu hal lagi dengan kesabarannya mampu membuatku menyesal dengan penuh penyesalan telah bersikap kurang bersahabat pada beliau. Walaupun akselerasi beliau cukup tinggi, tak ada yang berubah pada sosoknya selain bertambah ketawadhu’annya. Semoga Alloh menjaganya dan semoga diri dhoif ini mampu mencontoh kebaikan sosok salah satu sumber inspirasiku.

    Yang kedua adalah seorang akhwat /semoga Alloh selalu menyelamatkan hati ini/.
    Beliau kukenal dengan kesedehanaan dan kesabarannya /suka mengalah lagi/. Tapi kata-katanya penuh dengan taujih. Beberapakali beradu argumen dengan beliau, dari situ sudah kelihatan ilmunya yang lebih banyak dari diri ini. Pemikirannya lebih dewasa, sering mengingatkan akan sikap kasar yang sering kulakukan. Satu taujih yang membangkitkan semangatku adalah “antumkan k*p*****n, semangat dong!!“. terus terang ini yang sangat kurindukan. Tantangan dan sindiran halus. Semoga Alloh memberikan yang terbaik untuknya.

    Ya Alloh…., segala puji hanya milik-Mu.

    mo nulis apa lagi yach????
    ada yang berubah pada diriku.
    Aku semakin bersemangat…………….!!!!!!!!!
    I Love my brothers, May Alloh bless us. Thanx 4 ur support and inspiration. :)

    L O A D I N G ...…95%

    Brawijaya menjelang Isya
    sambil mendengarkan lantunan takbir hari raya
    Bahagianya… :)

    Masihkah engkau mengeluh?

    Filed under: .:: T A U J I H ::. - Administrator @ 7:45 am

    Masihkah engkau mengeluh…

    Pagi itu ada seorang ikhwah /sebut saja A/ sedang meraba-raba perutnya. sambil berdialog dengan diri sendiri “Ayo akhie.. jangan mengeluh. Antum harusnya bersyukur sudah diberi rizki Alloh berupa roti 400gr untuk 2 hari, banyak orang yang beberapa hari bahkan hanya untuk sekedar menyentuh makananpun mereka belum mengalaminya. Ayolah Akhie… percayalah nanti siang akan ada rizki tuk antum nikmati

    Alloh Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi seseorang. Melanjutkan cerita yang diatas. Pagar rumah tempat ikhwah A ada yang buka /si ikwah A tersenyum, Alhamdulillah../. Ternyata ada Ikhwah B datang.
    Harapan baru nich, pikir si ikhwah A.
    Akh antum punya uang Rp. 5000,00 nggak ? ana pinjam dulu yach..” tanya ikhwah A.
    “Ada akh, nich.. antum bawa dulu”
    Uang antum tinggal brapa Akh, klo ada lebih ana pinjam lagi dong
    “Sebenarnya uang ana tinggal ini, /itupun untuk hidup seminggu/ tapi gpp kok antum bawa dulu. nanti ana pinjam ikhwah C or D”
    wadaw nggak jadi deh akh.. antum bawa aja” elak si ikhwah A. Antum nggak tahu sich kedua ikwah tuh kan lagi pailit juga, bathin si ikhwah A . :(

    Banyak kisah serupa yang ingin diceritakan, tapi kurasa satu kisah ini cukup mewakili.

    Saudaraku………,

    ketika malam itu antum mengadukan masalah kehidupan dan keuangan antum pada diri ini, bathinkupun berkata : kita tidak jauh berbeda. Tapi tahukah antum, betapa sedikit cobaan yang Alloh berikan kepadamu?
    Bandingkan dengan nikmat-Nya yang telah antum rasakan!

    Saudaraku……….,
    kurangkai tulisan ini tuk antum dan nasehat tuk diri. Semoga antum masih bisa bersyukur!
    Lihatlah saudaraku si ikhwah B /dalam kisah nyata diatas/, rasakanlah perasaannya!
    bayangkan antum hanya punya uang 5000 dan itu untuk makan seminggu! tanpa bantuan dari orangtua!

    Saudaraku……..,
    walaupun hutang menggunung, antum masih bisa mengangsur cicilan, masih bisa makan dan tidur, masih bisa merasakan segarnya udara pagi!**
    Oya saudaraku.. ada satu lagi nikmat terbesar yang mungkin antum lupakan
    yach antum masih merasakan itulah cobaan dari Alloh.
    antum masih bisa mengatakan “mungkin inilah cara Alloh mencintaiku”

    Saudaraku…..,
    Bukankah yang membuat kita stress bukan beratnya beban yang melekat pada diri ini tapi lamanya beban yang kita pikul.
    ada petikan kisah Steven R Covey pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,

    Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Menurut anda, kira-kira
    seberapa beratnya segelas air ini?”
    Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
    “Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi
    tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

    “Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada
    masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam,
    lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya
    selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.
    Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya,
    maka bebannya akan semakin berat.”

    “Jika kita membawa beban kita terus menerus,
    lambatlaun kita tidak akan mampu membawanya lagi.
    Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.
    “Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
    istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.
    Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik,
    agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.”

    Bagaimana saudaraku….??

    *kupersembahkan untuk aliran ahlul ghorimin wal jamaah :)
    sudah 3 hari ini ana tidak tahu bagaimana rasa asin,manis,pedas,harum /ana pilek/

    My Mask

    Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:44 am

    Topeng…..

    Sebenarnya kutuliskan judul ini untuk seorang laki-laki yang tidak ingin dikenal. Dia mulai mengenal topeng sudah sangat lama. Dan ketika itu diapun mulai mencoba memakai topeng. Dia juga mulai menikmati lingkungan bertopeng. Hingga ditengah perjalanan kehidupan, ia mulai bosan mengenakan topeng.

    Alhamdulillah….
    bersama saudara-saudaranya mulailah Gerakan Lepas Topeng Diri. Jazakalloh saudaraku, katanya.

    Ternyata benar kata orang-orang bijak “Waktu kan menguji segalanya“.
    Yach, bersama waktu terukirlah topeng. Karna mungkin pengin mencoba. semua saudaranyapun mulai sering mengenakan topeng. dan kadang iapun mulai mengenakan topeng. setiap kali mengenakan topeng, setiap kali juga bathinnya menjerit.

    Ini petikan tulisannya:
    ____________________________________________________________
    mereka menyebutku pembohong..
    Aku hanya berbohong 7 kali kepada mereka, sedang mereka…????
    siapakah yang layak disebut pembohong. padahal merekalah pembohong besar. bukankah basa-basi, pura-pura adalah kebohongan?
    bukankah mengingkari janji adalah pembohong?
    ketika mereka berkata mempercayaiku untuk melakukan sesuatu tapi mereka terlalu ikut campur.
    Bukankah itu berarti mereka tidak mempercayai? tidak seperti kata mereka. bukankah mereka pembohong?
    Bukankah mengkhianati kesepakatan adalah pembohong?
    dan kebohongan itu tlah terjadi ratusan kali….

    Bukankah pembohong memakai topeng?

    aku ingin melepas topeng ini !!!
    dan keluar dari lingkungan ini, Insya Alloh…
    Bantu aku saudara-saudara bertopengku

    ____________________________________________________________

    Ah dunia ….. engkau penuh dengan kepalsuan. Pantas banyak orang yang mengatakan engkau seperti bangkai kambing yang tlah membusuk.

    ___________________________________________________

    Ada yang bisa membantu beliau untuk segera bangkit…!!!???