Masihkah engkau mengeluh…
Pagi itu ada seorang ikhwah /sebut saja A/ sedang meraba-raba perutnya. sambil berdialog dengan diri sendiri “Ayo akhie.. jangan mengeluh. Antum harusnya bersyukur sudah diberi rizki Alloh berupa roti 400gr untuk 2 hari, banyak orang yang beberapa hari bahkan hanya untuk sekedar menyentuh makananpun mereka belum mengalaminya. Ayolah Akhie… percayalah nanti siang akan ada rizki tuk antum nikmati”
Alloh Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi seseorang. Melanjutkan cerita yang diatas. Pagar rumah tempat ikhwah A ada yang buka /si ikwah A tersenyum, Alhamdulillah../. Ternyata ada Ikhwah B datang.
Harapan baru nich, pikir si ikhwah A.
“Akh antum punya uang Rp. 5000,00 nggak ? ana pinjam dulu yach..” tanya ikhwah A.
“Ada akh, nich.. antum bawa dulu”
“Uang antum tinggal brapa Akh, klo ada lebih ana pinjam lagi dong”
“Sebenarnya uang ana tinggal ini, /itupun untuk hidup seminggu/ tapi gpp kok antum bawa dulu. nanti ana pinjam ikhwah C or D”
“wadaw nggak jadi deh akh.. antum bawa aja” elak si ikhwah A. Antum nggak tahu sich kedua ikwah tuh kan lagi pailit juga, bathin si ikhwah A .
Banyak kisah serupa yang ingin diceritakan, tapi kurasa satu kisah ini cukup mewakili.
Saudaraku………,
ketika malam itu antum mengadukan masalah kehidupan dan keuangan antum pada diri ini, bathinkupun berkata : kita tidak jauh berbeda. Tapi tahukah antum, betapa sedikit cobaan yang Alloh berikan kepadamu?
Bandingkan dengan nikmat-Nya yang telah antum rasakan!
Saudaraku……….,
kurangkai tulisan ini tuk antum dan nasehat tuk diri. Semoga antum masih bisa bersyukur!
Lihatlah saudaraku si ikhwah B /dalam kisah nyata diatas/, rasakanlah perasaannya!
bayangkan antum hanya punya uang 5000 dan itu untuk makan seminggu! tanpa bantuan dari orangtua!
Saudaraku……..,
walaupun hutang menggunung, antum masih bisa mengangsur cicilan, masih bisa makan dan tidur, masih bisa merasakan segarnya udara pagi!**
Oya saudaraku.. ada satu lagi nikmat terbesar yang mungkin antum lupakan
yach antum masih merasakan itulah cobaan dari Alloh.
antum masih bisa mengatakan “mungkin inilah cara Alloh mencintaiku”
Saudaraku…..,
Bukankah yang membuat kita stress bukan beratnya beban yang melekat pada diri ini tapi lamanya beban yang kita pikul.
ada petikan kisah Steven R Covey pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,
Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Menurut anda, kira-kira
seberapa beratnya segelas air ini?”
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
“Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi
tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.
“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada
masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam,
lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya
selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.
Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya,
maka bebannya akan semakin berat.”
“Jika kita membawa beban kita terus menerus,
lambatlaun kita tidak akan mampu membawanya lagi.
Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.
“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik,
agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.”
Bagaimana saudaraku….??
*kupersembahkan untuk aliran ahlul ghorimin wal jamaah 
sudah 3 hari ini ana tidak tahu bagaimana rasa asin,manis,pedas,harum /ana pilek/