_semakin merindukan Mu

7:47 am

kAu TLah peRgI

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:47 am

K E N A N G A N K U

ini adalah sebagian isi surat seseorang kepada sahabatnya:
Wan sebenarnya aku ingin tertawa, membayangkan tingkahmu… tapi setelah kulihat foto itu aku jadi sungkan. Wan kamu masih seperti dulu. banyak orang yang bilang kamu itu orangnya serius, keras, kaku dan ciri khas lainnya yang biasa disematkan untuk kaum pria di zaman baheula.
Itu kata orang lho! tapi tidak untukku, kamu itu orangnya suka bercanda, humoris banget dan pokok e kloplah denganku.
Kadang dalam canda yang kau lontarkan, ada taujih yang …… (subhanalloh).
kita memang punya banyak persamaan, tapi anehnya persamaan itu yang membuat kita memakai kendaraan yang berbeda. Lucu yach ?! he.. he…

Masih ingat di akhir bulan itu sebelum kita berangkat ke ibukota?
Sebenarnya aku sudah curiga ketika kamu dengan sedikit memaksa dan nekat ngomong ke ibuku agar mengijinkan aku menginap di rumahmu. Dan kamupun tahu kalo ibu pasti akan mengizinkan. Kan ibuku sudah tahu kalo ortumu pulang kampung. Kuyakin pasti kamu mau ngajak aku diskusi.
Malam itu kamu awali dengan masalah yang telah terpendam lama di hatimu. Aku tidak menyangka kamu juga memikirkan itu semua. Dan pola pikir kita sama. Kita tertawa bersama. Ah… Wan aku merindukan itu semua.

Insya Alloh, sekitar dua minggu kita memikirkan semua itu.
Dan akhirnya, “aku pilih sing iki ae!” dengan senyummu yang khas.
wah hebat…!! keputusanmu sangat-sangat di luar dugaan. It’s great bro!
tapi seperti biasa aku akan menjawab pertanyaanmu dengan “biarlah waktu yang menjawabnya”.
dengan gemas kamu memukuli lenganku.

Berbekal keputusan itu kita berangkat bersama ke ibukota, walaupun akhirnya kamu hanya sampai di bekasi.

Empat bulan setelah itu kuputuskan untuk kembali ke masa-masa awal aku mengenal ini semua. he… he…. Pilihan kita sama. Ku simpan semua ini, berharap suatu saat akan menjadi surprise bagimu. :)

Hampir dua setengah tahun tlah terlewati…….
aku tidak pernah bertemu denganmu.
Hingga dua hari yang lalu, ketika aku pulang kampung dan membaca surat undanganmu. Barokallohu laka wabaroka ‘alayka wajama’a baynakuma fi khoir. :) It’s surprised. dan lebih mengejutkan lagi ketika adikku memberikan buku dan pesan darimu.
Bahagia bercampur sedikit kesedihan.
Kamu ganti kendaraan lagi?.
Lebih tenang dan mantap memakai kendaraan itu, katamu.
Yee….. padahal aku mau memberi kamu kejutan dengan pilihan ini, eh malah aku yang terkejut dengan perubahan pilihanmu.
Apakah bekasi tlah mengubah semuanya ?
O ya wan, salamku untuk seseorang yang tlah membantumu ”hijrah” di bekasi, aku mengenal beliau.Kami juga telah berdiskusi. Beberapa kali. Beliau enak di ajak diskusi

Tapi gpp dah….
Walaupun beda kendaraan, yang penting khan jalan yang kita tempuh sama.
Aku masih merindukan diskusi hangat kita.
Cepat-cepatan sampai garis finish yuk!


GangLawu ba’dha isya
Sambil mendengarkan perkembanganmu dari ortumu.
Ada sesuatu yang mengkristal di sudut mata ini.

____________________________________________________________
nb:
- wan, di gangwilis malam itu, aku bertemu dengannya. Kami sempat ngobrol sebentar, dia menanyakanmu. Ah… wan dia terlalu jauh keluar dari jalan ini. Do’akan ia cepat kembali ! yach, walaupun mungkin tidak bersama rombongan kendaraanku atau kendaraanmu. Setidaknya bersama kendaraan yang pernah kita ikuti bersama!
- Wan, katanya kamu tersenyum melihat stiker yang ada di kamarku?
Itulah kendaraanku, kendaraan yang telah menjadi keputusanmu, sebelum kita pergi dari ganglawu.
- Berdo’alah untukku agar dapat menyusulmu mencapai salah satu cita kita.
Wan, ibuku sudah memberi lampu hijau untuk ini. . Hanya pesan beliau jangan yang jauh-jauh kaya’ kamu. He.. he…

1 Comment »

The URI to TrackBack this entry is: http://kenop.blogsome.com/2006/03/24/kau-tlah-pergi/trackback/

  1. nunggu apa lagi akhi?
    antum nanya ana ato sahabatnya si “wan”?

    segera kejar “wan”mu jangan terlalu risau memikirkan medan yang sedang dan akan di tempuh! tapi berpikirlah tentang finishmu!
    jazakalloh khoir akh. Insya Alloh sahabatnya si “wan” akan sangat bergembira dengan taujih antum.
    berpikir tentang finish? satu hal yang terlupakan lagi… oh… :)

    r u ready?
    yes. i’m r…r…ready /walaupun sedikit mengambang, kurang yakin/
    give me ur spirit my brother!!

    Comment by zampoerno — 9:02 am @ 9:02 am

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>