_semakin merindukan Mu

7:44 am

My Mask

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:44 am

Topeng…..

Sebenarnya kutuliskan judul ini untuk seorang laki-laki yang tidak ingin dikenal. Dia mulai mengenal topeng sudah sangat lama. Dan ketika itu diapun mulai mencoba memakai topeng. Dia juga mulai menikmati lingkungan bertopeng. Hingga ditengah perjalanan kehidupan, ia mulai bosan mengenakan topeng.

Alhamdulillah….
bersama saudara-saudaranya mulailah Gerakan Lepas Topeng Diri. Jazakalloh saudaraku, katanya.

Ternyata benar kata orang-orang bijak “Waktu kan menguji segalanya“.
Yach, bersama waktu terukirlah topeng. Karna mungkin pengin mencoba. semua saudaranyapun mulai sering mengenakan topeng. dan kadang iapun mulai mengenakan topeng. setiap kali mengenakan topeng, setiap kali juga bathinnya menjerit.

Ini petikan tulisannya:
____________________________________________________________
mereka menyebutku pembohong..
Aku hanya berbohong 7 kali kepada mereka, sedang mereka…????
siapakah yang layak disebut pembohong. padahal merekalah pembohong besar. bukankah basa-basi, pura-pura adalah kebohongan?
bukankah mengingkari janji adalah pembohong?
ketika mereka berkata mempercayaiku untuk melakukan sesuatu tapi mereka terlalu ikut campur.
Bukankah itu berarti mereka tidak mempercayai? tidak seperti kata mereka. bukankah mereka pembohong?
Bukankah mengkhianati kesepakatan adalah pembohong?
dan kebohongan itu tlah terjadi ratusan kali….

Bukankah pembohong memakai topeng?

aku ingin melepas topeng ini !!!
dan keluar dari lingkungan ini, Insya Alloh…
Bantu aku saudara-saudara bertopengku

____________________________________________________________

Ah dunia ….. engkau penuh dengan kepalsuan. Pantas banyak orang yang mengatakan engkau seperti bangkai kambing yang tlah membusuk.

___________________________________________________

Ada yang bisa membantu beliau untuk segera bangkit…!!!???

2 Comments »

The URI to TrackBack this entry is: http://kenop.blogsome.com/2006/03/24/my-mask/trackback/

  1. Selagi kita mampu untuk memahami diri dan manusia lainnya, apa salahnya jika kita ikhlas melakukannya? Biarlah semua manusia berdosa dan terus menjadi pendosa! tapi salahkah bila kita selalu ingin membersihkan diri dari dosa-dosa itu? Salahkah jika hanya kita yang selalu membersihkan diri sementara semua orang mengotori dirinya dengan riang? tidakkah ada rasa berbangga bila kita lebih dicintaiNya sementara semua orang menolak cintaNya itu? kenapa musti bingung akan keteguhan diri, padahal petunjuk itu sudah tergenggam?

    KENAPA KITA TERBEBAN DENGAN TOPENG ORANG LAIN KETIKA ALLAH TELAH MEMBEBASKAN DIRI DARI TOPENG ITU?
    ==> kesholehan bukan untuk individul khan akh? dan karena mereka saudaraku bukan temanku

    ingat akhi, manusia tetaplah manusia! selamanya tak mungkin menjadi malaikat..
    engkau boleh kecewa pada keburukannya, tapi cintailah dengan tulus sisa2 tetesan kebaikan yang masih melekat di ujung rambutnya!
    Allahumma arinal haqqa haqqa warzuknat tiba’a. Wa arinal bathila bathilan warzuknaj tinaba. [Ya Allah tunjukkanlah padaku yang benar itu benar dan karuniakanlah kepadaku untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah padaku yang salah itu salah dan karuniakanlah kepadaku untuk meninggalkannya]
    Allahumma ya muqollibal qulub, tsabbit qolbi ‘ala dinika.. [Ya Allah yang maha membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamamu]
    ==> Amien…

    Maaf atas kata-kata yang menyinggung, tapi yakini tak pernah ada niat untuk melakukannya, walau tanpa sengaja! Afwan akhi……………….
    Do’akan semoga topeng2 ini segera dijauhkan oleh Allah.
    ==> Amien…

    Comment by ZAMPOERNO — 12:55 pm @ 12:55 pm

  2. peduli pada saudara berbeda sekali dengan keengganan kita untuk memahami mereka!
    antum memang harus berbagi kesholehan dengan saudara2 antum tapi sebelum berbagi perlu kita sadari bahwa orang yang akan kita tulari kesholehan itu memiliki kekurangan! dan bahkan ia sangat mungkin untuk menolak kesholehan itu!
    akankah lantas antum berhenti dan membiarkan hati antum menghujat????
    salam rindu pada kelembutan hati antum! ana uhibbuka fillah akhi!

    Comment by ZAMPOERNO — 2:43 pm @ 2:43 pm

RSS feed for comments on this post.

Leave a comment

Line and paragraph breaks automatic, e-mail address never displayed, HTML allowed: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <code> <em> <i> <strike> <strong>