<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><!-- generator="wordpress/1.5.1-alpha" -->
<rss version="2.0" 
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
<channel>
	<title>Comments on: My Mask</title>
	<link>http://kenop.blogsome.com/2006/03/24/my-mask/</link>
	<description>Just another WordPress weblog</description>
	<pubDate>Wed, 18 Nov 2009 16:29:24 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=1.5.1-alpha</generator>

	<item>
		<title>by: ZAMPOERNO</title>
		<link>http://kenop.blogsome.com/2006/03/24/my-mask/#comment-10</link>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2006 14:43:06 +0000</pubDate>
		<guid>http://kenop.blogsome.com/2006/03/24/my-mask/#comment-10</guid>
					<description>peduli pada saudara berbeda sekali dengan keengganan kita untuk memahami mereka!
antum memang harus berbagi kesholehan dengan saudara2 antum tapi sebelum berbagi perlu kita sadari bahwa orang yang akan kita tulari kesholehan itu memiliki kekurangan! dan bahkan ia sangat mungkin untuk menolak kesholehan itu!
akankah lantas antum berhenti dan membiarkan hati antum menghujat????
salam rindu pada kelembutan hati antum! ana uhibbuka fillah akhi!</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>peduli pada saudara berbeda sekali dengan keengganan kita untuk memahami mereka!<br />
antum memang harus berbagi kesholehan dengan saudara2 antum tapi sebelum berbagi perlu kita sadari bahwa orang yang akan kita tulari kesholehan itu memiliki kekurangan! dan bahkan ia sangat mungkin untuk menolak kesholehan itu!<br />
akankah lantas antum berhenti dan membiarkan hati antum menghujat????<br />
salam rindu pada kelembutan hati antum! ana uhibbuka fillah akhi!
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
	<item>
		<title>by: ZAMPOERNO</title>
		<link>http://kenop.blogsome.com/2006/03/24/my-mask/#comment-9</link>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2006 12:55:52 +0000</pubDate>
		<guid>http://kenop.blogsome.com/2006/03/24/my-mask/#comment-9</guid>
					<description>Selagi kita mampu untuk memahami diri dan manusia lainnya, apa salahnya jika kita ikhlas melakukannya? Biarlah semua manusia berdosa dan terus menjadi pendosa! tapi salahkah bila kita selalu ingin membersihkan diri dari dosa-dosa itu? Salahkah jika hanya kita yang selalu membersihkan diri sementara semua orang mengotori dirinya dengan riang? tidakkah ada rasa berbangga bila kita lebih dicintaiNya sementara semua orang menolak cintaNya itu? kenapa musti bingung akan keteguhan diri, padahal petunjuk itu sudah tergenggam?

KENAPA KITA TERBEBAN DENGAN TOPENG ORANG LAIN KETIKA ALLAH TELAH MEMBEBASKAN DIRI DARI TOPENG ITU?
&lt;font color=white&gt;==&gt; kesholehan bukan untuk individul khan akh? dan karena mereka saudaraku bukan temanku&lt;/font&gt;

ingat akhi, manusia tetaplah manusia! selamanya tak mungkin menjadi malaikat..
engkau boleh kecewa pada keburukannya, tapi cintailah dengan tulus sisa2 tetesan kebaikan yang masih melekat di ujung rambutnya!
Allahumma arinal haqqa haqqa warzuknat tiba'a. Wa arinal bathila bathilan warzuknaj tinaba. [Ya Allah tunjukkanlah padaku yang benar itu benar dan karuniakanlah kepadaku untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah padaku yang salah itu salah dan karuniakanlah kepadaku untuk meninggalkannya]
Allahumma ya muqollibal qulub, tsabbit qolbi 'ala dinika.. [Ya Allah yang maha membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamamu]
&lt;font color=white&gt;==&gt; Amien...&lt;/font&gt;

Maaf atas kata-kata yang menyinggung, tapi yakini tak pernah ada niat untuk melakukannya, walau tanpa sengaja! Afwan akhi...................
Do'akan semoga topeng2 ini segera dijauhkan oleh Allah.
&lt;font color=white&gt;==&gt; Amien...&lt;/font&gt;
</description>
		<content:encoded><![CDATA[	<p>Selagi kita mampu untuk memahami diri dan manusia lainnya, apa salahnya jika kita ikhlas melakukannya? Biarlah semua manusia berdosa dan terus menjadi pendosa! tapi salahkah bila kita selalu ingin membersihkan diri dari dosa-dosa itu? Salahkah jika hanya kita yang selalu membersihkan diri sementara semua orang mengotori dirinya dengan riang? tidakkah ada rasa berbangga bila kita lebih dicintaiNya sementara semua orang menolak cintaNya itu? kenapa musti bingung akan keteguhan diri, padahal petunjuk itu sudah tergenggam?</p>
	<p>KENAPA KITA TERBEBAN DENGAN TOPENG ORANG LAIN KETIKA ALLAH TELAH MEMBEBASKAN DIRI DARI TOPENG ITU?<br />
<font color=white>==> kesholehan bukan untuk individul khan akh? dan karena mereka saudaraku bukan temanku</font></p>
	<p>ingat akhi, manusia tetaplah manusia! selamanya tak mungkin menjadi malaikat..<br />
engkau boleh kecewa pada keburukannya, tapi cintailah dengan tulus sisa2 tetesan kebaikan yang masih melekat di ujung rambutnya!<br />
Allahumma arinal haqqa haqqa warzuknat tiba&#8217;a. Wa arinal bathila bathilan warzuknaj tinaba. [Ya Allah tunjukkanlah padaku yang benar itu benar dan karuniakanlah kepadaku untuk mengikutinya. Dan tunjukkanlah padaku yang salah itu salah dan karuniakanlah kepadaku untuk meninggalkannya]<br />
Allahumma ya muqollibal qulub, tsabbit qolbi &#8216;ala dinika.. [Ya Allah yang maha membolak balikkan hati, teguhkanlah hatiku pada agamamu]<br />
<font color=white>==> Amien&#8230;</font></p>
	<p>Maaf atas kata-kata yang menyinggung, tapi yakini tak pernah ada niat untuk melakukannya, walau tanpa sengaja! Afwan akhi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.<br />
Do&#8217;akan semoga topeng2 ini segera dijauhkan oleh Allah.<br />
<font color=white>==> Amien&#8230;</font>
</p>
]]></content:encoded>
				</item>
</channel>
</rss>
