_semakin merindukan Mu

3:21 am

Lega ? or Lega… :)

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 3:21 am


Lega ? or Lega… :)

Hamdulillah…

dah kurang lebih 1 tahunan na nggak nulis di blog ini.
banyak liku-liku hidup yang tlah dan sedang na jalani.

mulai dari perubahan karakter my ikhwahs /or emang aslinya gitu :) /,
virus yang mulai smakin teredam hingga fitnah dari “senior” yang membesar-besarkan masalah, padahal beliaunya nggak pernah tabayyun ke na langsung.
hingga,
kini tlah na temukan, tlah na dapatkan sesuatu yang indah
di “komunitas” baru /serruuu…. abiss!/

woow…
hidup indah penuh dengan warna

banyak yang harus na evaluasi
mutaba’ah diri

kepanjen, 13 Februari 2007

10:36 am

pLeASe

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 10:36 am


Kumohon

lupakan semua itu
biarkan itu berlalu
karna kutahu
itu bukan maumu

jangan kau kira aku mampu
menjaga semua itu
tanpa bantuanmu
i love u in creed

note : tuk someone yang hampir “mem*****ku” … makasih yach
he… he… bercanda. wakaka :)

aPOlogiZe

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:50 am


APOLOGIZE

may in presently….
not more than two weeks…
i will to conclude ***..

so, Please forgive me.

kAu TLah peRgI

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:47 am

K E N A N G A N K U

ini adalah sebagian isi surat seseorang kepada sahabatnya:
Wan sebenarnya aku ingin tertawa, membayangkan tingkahmu… tapi setelah kulihat foto itu aku jadi sungkan. Wan kamu masih seperti dulu. banyak orang yang bilang kamu itu orangnya serius, keras, kaku dan ciri khas lainnya yang biasa disematkan untuk kaum pria di zaman baheula.
Itu kata orang lho! tapi tidak untukku, kamu itu orangnya suka bercanda, humoris banget dan pokok e kloplah denganku.
Kadang dalam canda yang kau lontarkan, ada taujih yang …… (subhanalloh).
kita memang punya banyak persamaan, tapi anehnya persamaan itu yang membuat kita memakai kendaraan yang berbeda. Lucu yach ?! he.. he…

Masih ingat di akhir bulan itu sebelum kita berangkat ke ibukota?
Sebenarnya aku sudah curiga ketika kamu dengan sedikit memaksa dan nekat ngomong ke ibuku agar mengijinkan aku menginap di rumahmu. Dan kamupun tahu kalo ibu pasti akan mengizinkan. Kan ibuku sudah tahu kalo ortumu pulang kampung. Kuyakin pasti kamu mau ngajak aku diskusi.
Malam itu kamu awali dengan masalah yang telah terpendam lama di hatimu. Aku tidak menyangka kamu juga memikirkan itu semua. Dan pola pikir kita sama. Kita tertawa bersama. Ah… Wan aku merindukan itu semua.

Insya Alloh, sekitar dua minggu kita memikirkan semua itu.
Dan akhirnya, “aku pilih sing iki ae!” dengan senyummu yang khas.
wah hebat…!! keputusanmu sangat-sangat di luar dugaan. It’s great bro!
tapi seperti biasa aku akan menjawab pertanyaanmu dengan “biarlah waktu yang menjawabnya”.
dengan gemas kamu memukuli lenganku.

Berbekal keputusan itu kita berangkat bersama ke ibukota, walaupun akhirnya kamu hanya sampai di bekasi.

Empat bulan setelah itu kuputuskan untuk kembali ke masa-masa awal aku mengenal ini semua. he… he…. Pilihan kita sama. Ku simpan semua ini, berharap suatu saat akan menjadi surprise bagimu. :)

Hampir dua setengah tahun tlah terlewati…….
aku tidak pernah bertemu denganmu.
Hingga dua hari yang lalu, ketika aku pulang kampung dan membaca surat undanganmu. Barokallohu laka wabaroka ‘alayka wajama’a baynakuma fi khoir. :) It’s surprised. dan lebih mengejutkan lagi ketika adikku memberikan buku dan pesan darimu.
Bahagia bercampur sedikit kesedihan.
Kamu ganti kendaraan lagi?.
Lebih tenang dan mantap memakai kendaraan itu, katamu.
Yee….. padahal aku mau memberi kamu kejutan dengan pilihan ini, eh malah aku yang terkejut dengan perubahan pilihanmu.
Apakah bekasi tlah mengubah semuanya ?
O ya wan, salamku untuk seseorang yang tlah membantumu ”hijrah” di bekasi, aku mengenal beliau.Kami juga telah berdiskusi. Beberapa kali. Beliau enak di ajak diskusi

Tapi gpp dah….
Walaupun beda kendaraan, yang penting khan jalan yang kita tempuh sama.
Aku masih merindukan diskusi hangat kita.
Cepat-cepatan sampai garis finish yuk!


GangLawu ba’dha isya
Sambil mendengarkan perkembanganmu dari ortumu.
Ada sesuatu yang mengkristal di sudut mata ini.

____________________________________________________________
nb:
- wan, di gangwilis malam itu, aku bertemu dengannya. Kami sempat ngobrol sebentar, dia menanyakanmu. Ah… wan dia terlalu jauh keluar dari jalan ini. Do’akan ia cepat kembali ! yach, walaupun mungkin tidak bersama rombongan kendaraanku atau kendaraanmu. Setidaknya bersama kendaraan yang pernah kita ikuti bersama!
- Wan, katanya kamu tersenyum melihat stiker yang ada di kamarku?
Itulah kendaraanku, kendaraan yang telah menjadi keputusanmu, sebelum kita pergi dari ganglawu.
- Berdo’alah untukku agar dapat menyusulmu mencapai salah satu cita kita.
Wan, ibuku sudah memberi lampu hijau untuk ini. . Hanya pesan beliau jangan yang jauh-jauh kaya’ kamu. He.. he…

My Inspiration

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:46 am

I N S P I R A S I K U

Kemarin pertemuan dengan beberapa sosok insan yang …. (subhanalloh).
Dari beberapa itu ada 2 sosok yang membuat diri ini harus menahan nafas beberapa detik dan melepaskan hembusan nafas ini.. perlahan-lahan penuh kelegaan. Karena jiwa ini begitu mengaguminya.

Sosok pertama adalah seorang ikhwan /Alhamdulillah, kini bertambah lagi sumber inspirasiku/. Beliau dengan kesederhanaannya mampu menampilkan kedewasaan berpikir, memaksaku untuk mendengarkan apa yang terucap darinya. Satu hal yang menonjol dari beliau selain kedewasaan yang terpancar dari wajah cool-nya adalah perkembangannya yang sangat pesat, dalam beberapa hal terutama untuk tsaqofah dan semangat yang selalu membara. Satu hal lagi dengan kesabarannya mampu membuatku menyesal dengan penuh penyesalan telah bersikap kurang bersahabat pada beliau. Walaupun akselerasi beliau cukup tinggi, tak ada yang berubah pada sosoknya selain bertambah ketawadhu’annya. Semoga Alloh menjaganya dan semoga diri dhoif ini mampu mencontoh kebaikan sosok salah satu sumber inspirasiku.

Yang kedua adalah seorang akhwat /semoga Alloh selalu menyelamatkan hati ini/.
Beliau kukenal dengan kesedehanaan dan kesabarannya /suka mengalah lagi/. Tapi kata-katanya penuh dengan taujih. Beberapakali beradu argumen dengan beliau, dari situ sudah kelihatan ilmunya yang lebih banyak dari diri ini. Pemikirannya lebih dewasa, sering mengingatkan akan sikap kasar yang sering kulakukan. Satu taujih yang membangkitkan semangatku adalah “antumkan k*p*****n, semangat dong!!“. terus terang ini yang sangat kurindukan. Tantangan dan sindiran halus. Semoga Alloh memberikan yang terbaik untuknya.

Ya Alloh…., segala puji hanya milik-Mu.

mo nulis apa lagi yach????
ada yang berubah pada diriku.
Aku semakin bersemangat…………….!!!!!!!!!
I Love my brothers, May Alloh bless us. Thanx 4 ur support and inspiration. :)

L O A D I N G ...…95%

Brawijaya menjelang Isya
sambil mendengarkan lantunan takbir hari raya
Bahagianya… :)

My Mask

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 7:44 am

Topeng…..

Sebenarnya kutuliskan judul ini untuk seorang laki-laki yang tidak ingin dikenal. Dia mulai mengenal topeng sudah sangat lama. Dan ketika itu diapun mulai mencoba memakai topeng. Dia juga mulai menikmati lingkungan bertopeng. Hingga ditengah perjalanan kehidupan, ia mulai bosan mengenakan topeng.

Alhamdulillah….
bersama saudara-saudaranya mulailah Gerakan Lepas Topeng Diri. Jazakalloh saudaraku, katanya.

Ternyata benar kata orang-orang bijak “Waktu kan menguji segalanya“.
Yach, bersama waktu terukirlah topeng. Karna mungkin pengin mencoba. semua saudaranyapun mulai sering mengenakan topeng. dan kadang iapun mulai mengenakan topeng. setiap kali mengenakan topeng, setiap kali juga bathinnya menjerit.

Ini petikan tulisannya:
____________________________________________________________
mereka menyebutku pembohong..
Aku hanya berbohong 7 kali kepada mereka, sedang mereka…????
siapakah yang layak disebut pembohong. padahal merekalah pembohong besar. bukankah basa-basi, pura-pura adalah kebohongan?
bukankah mengingkari janji adalah pembohong?
ketika mereka berkata mempercayaiku untuk melakukan sesuatu tapi mereka terlalu ikut campur.
Bukankah itu berarti mereka tidak mempercayai? tidak seperti kata mereka. bukankah mereka pembohong?
Bukankah mengkhianati kesepakatan adalah pembohong?
dan kebohongan itu tlah terjadi ratusan kali….

Bukankah pembohong memakai topeng?

aku ingin melepas topeng ini !!!
dan keluar dari lingkungan ini, Insya Alloh…
Bantu aku saudara-saudara bertopengku

____________________________________________________________

Ah dunia ….. engkau penuh dengan kepalsuan. Pantas banyak orang yang mengatakan engkau seperti bangkai kambing yang tlah membusuk.

___________________________________________________

Ada yang bisa membantu beliau untuk segera bangkit…!!!???

8:21 am

Revolusi Diri

Filed under: .:: Luapan Emosi ::. - Administrator @ 8:21 am

Revolusi diri

merencanakan visi
dimulai dari yang terdekat dari pikiran,
terus bergerak dan
bergerak


note: terinspirasi dari Ust. Rahmat Abdulloh (ana merindukan sosok beliau)

kepanjen, 151205