_semakin merindukan Mu

7:50 am

.:: It’s yours ??

Filed under: .:: T A U J I H ::. - Administrator @ 7:50 am

Renungan bagi kita semua…

Sering kali aku berkata,
ketika orang memuji milikku,
bahwa sesungguhnya ini hanya titipan,
bahwa mobilku hanya titipan-Nya,
bahwa rumahku hanya titipan-Nya,
bahwa hartaku hanya titipan-Nya,
bahwa anakku hanya titipan-Nya,

tetapi,
mengapa aku tak pernah bertanya,
mengapa Dia menitipkannya padaku?
untuk apa Dia menitipkan ini padaku?
dan kalau bukan milikku,
apa yang harus kulakukan
untuk milik-Nya ini?

adakah aku memiliki hak atas
sesuatu yang bukan milikku?
mengapa hatiku justru terasa berat,
ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?
Ketika diminta kembali,
kusebut itu sebagai musibah,
kusebut itu sebagai ujian,
kusebut itu sebagai petaka,
kusebut dengan panggilan apa saja
untuk melukiskan bahwa itu adalah “derita”.

ketika aku berdoa,
kuminta titipan yang cocok
dengan hawa nafsuku,
aku ingin lebih banyak harta,
ingin lebih banyak mobil,
lebih banyak rumah,
lebih banyak popularitas,
dan kutolak sakit,
kutolak kemiskinan,

Seolah …
semua “derita” adalah hukuman
bagiku.

Seolah …
keadilan dan kasih-Nya harus
berjalan seperti matematika

aku rajin beribadah,
maka selayaknyalah derita menjauh dariku,
dan Nikmat dunia kerap menghampiriku.
kuperlakukan Dia seolah mitra dagang,
dan bukan Kekasih.

kuminta Dia membalas “perlakuan baikku”,
dan menolak keputusan-Nya yang tak sesuai keinginanku,

Gusti,
padahal tiap hari kuucapkan,
hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah…
“ketika langit dan bumi bersatu,
bencana dan keberuntungan sama saja”

by : WS Rendra

N E C R O L O G I E S

Filed under: .:: T A U J I H ::. - Administrator @ 7:46 am

Saat Ajal Menjelang

Kurang lebih satu minggu yang lalu mbah buyutku /+ 90 tahun/ meninggalkan alam fana ini, padahal belum genap satu bulan sebelumnya mbah putri /75 tahun/ juga meninggal dunia. :(
Masih teringat di memoriku, petuah mbah buyut “sing ati-ati yo le urip ning alam dunyo kiyi! akeh godane“. kata-kata dari bibir yang semakin renta itu menjadi sangat berbeda. Aneh. Aku merasakan ada ruh yang sangat kuat.

Kejadian inipun kualami lagi kemarin siang. Ketika seperti biasa setelah mencium tangan mbah kakung, beliau akan mempersilahkanku duduk disampingnya. Seperti biasanya pula cerita-cerita penuh pengalaman itu mengalir dengan sendirinya. Hingga ketika beliau bercerita tantang meninggalnya mbahputri, kulihat ada butiran kristal jatuh membasahi pipinya yang semakin keriput. Satu petuah lagi yang kudapat. Mungkin kalau dalam bahasa indonesia artinya “Semua manusia pasti akan kembali menemui pemiliknya“. Sekali lagi kutemukan ruh yang mengalir bersama ucapannya, walaupun sering kudengar dari beberapa orang sebelum beliau.

Ah… apakah aku harus menunggu mengalami musibah atau menjadi tua agar kata-kata ini memiliki ruh?
kuyakin tidak .
Ya Alloh berikan aku kekuatan untuk mengambil kebaikan dari setiap kejadian yang menimpa diri ini.

O ya…, satu lagi berita duka datang dari seorang sahabat, ustadz, saudaraku di jalan Alloh Al Akh Feri DS. Putri beliau yang bernama ZULFA SYAHIDA ROBBANI meninggal dunia, padahal usianya baru 3 hari. yach 3 hari. :(
Ya Alloh semoga ia menjadi saksi untuk kedua orangtuanya, kelak di Surga. Amin

Ah… maut
Ternyata engkau sangat dekat
tapi kenapa kesadaran ini tidak semakin menguat

Ya Alloh…..
bukankah maut tidak hanya menghampiri mereka?
bukankah suatu saat pasti akan datang menyapaku?
sadarkanlah diri ini.

Ya Alloh…..
bantulah aku menjawab semua pertanyaan malaikat-Mu

________________________________________
jadi teringat perkataan seorang ulama: “Wahai anak cucu Adam, engkau hanyalah kumpulan dari hari yang terhitung. Apabila berlalu satu hari, berarti hilanglah sebagian daripadamu. Jika hilang sebagian daripadamu, maka bertambah dekatlah saat kematianmu. Jika engkau sudah mengetahui hal itu, maka segeralah berbuat!

Masihkah engkau mengeluh?

Filed under: .:: T A U J I H ::. - Administrator @ 7:45 am

Masihkah engkau mengeluh…

Pagi itu ada seorang ikhwah /sebut saja A/ sedang meraba-raba perutnya. sambil berdialog dengan diri sendiri “Ayo akhie.. jangan mengeluh. Antum harusnya bersyukur sudah diberi rizki Alloh berupa roti 400gr untuk 2 hari, banyak orang yang beberapa hari bahkan hanya untuk sekedar menyentuh makananpun mereka belum mengalaminya. Ayolah Akhie… percayalah nanti siang akan ada rizki tuk antum nikmati

Alloh Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi seseorang. Melanjutkan cerita yang diatas. Pagar rumah tempat ikhwah A ada yang buka /si ikwah A tersenyum, Alhamdulillah../. Ternyata ada Ikhwah B datang.
Harapan baru nich, pikir si ikhwah A.
Akh antum punya uang Rp. 5000,00 nggak ? ana pinjam dulu yach..” tanya ikhwah A.
“Ada akh, nich.. antum bawa dulu”
Uang antum tinggal brapa Akh, klo ada lebih ana pinjam lagi dong
“Sebenarnya uang ana tinggal ini, /itupun untuk hidup seminggu/ tapi gpp kok antum bawa dulu. nanti ana pinjam ikhwah C or D”
wadaw nggak jadi deh akh.. antum bawa aja” elak si ikhwah A. Antum nggak tahu sich kedua ikwah tuh kan lagi pailit juga, bathin si ikhwah A . :(

Banyak kisah serupa yang ingin diceritakan, tapi kurasa satu kisah ini cukup mewakili.

Saudaraku………,

ketika malam itu antum mengadukan masalah kehidupan dan keuangan antum pada diri ini, bathinkupun berkata : kita tidak jauh berbeda. Tapi tahukah antum, betapa sedikit cobaan yang Alloh berikan kepadamu?
Bandingkan dengan nikmat-Nya yang telah antum rasakan!

Saudaraku……….,
kurangkai tulisan ini tuk antum dan nasehat tuk diri. Semoga antum masih bisa bersyukur!
Lihatlah saudaraku si ikhwah B /dalam kisah nyata diatas/, rasakanlah perasaannya!
bayangkan antum hanya punya uang 5000 dan itu untuk makan seminggu! tanpa bantuan dari orangtua!

Saudaraku……..,
walaupun hutang menggunung, antum masih bisa mengangsur cicilan, masih bisa makan dan tidur, masih bisa merasakan segarnya udara pagi!**
Oya saudaraku.. ada satu lagi nikmat terbesar yang mungkin antum lupakan
yach antum masih merasakan itulah cobaan dari Alloh.
antum masih bisa mengatakan “mungkin inilah cara Alloh mencintaiku”

Saudaraku…..,
Bukankah yang membuat kita stress bukan beratnya beban yang melekat pada diri ini tapi lamanya beban yang kita pikul.
ada petikan kisah Steven R Covey pada saat memberikan kuliah tentang Manajemen Stress,

Stephen Covey mengangkat segelas air dan bertanya kepada para siswanya: “Menurut anda, kira-kira
seberapa beratnya segelas air ini?”
Para siswa menjawab mulai dari 200 gr sampai 500 gr.
“Ini bukanlah masalah berat absolutnya, tapi
tergantung berapa lama anda memegangnya.” kata Covey.

“Jika saya memegangnya selama 1 menit, tidak ada
masalah. Jika saya memegangnya selama 1 jam,
lengan kanan saya akan sakit. Dan jika saya memegangnya
selama 1 hari penuh, mungkin anda harus memanggilkan ambulans untuk saya.
Beratnya sebenarnya sama, tapi semakin lama saya memegangnya,
maka bebannya akan semakin berat.”

“Jika kita membawa beban kita terus menerus,
lambatlaun kita tidak akan mampu membawanya lagi.
Beban itu akan meningkat beratnya.” lanjut Covey.
“Apa yang harus kita lakukan adalah meletakkan gelas tersebut,
istirahat sejenak sebelum mengangkatnya lagi”.
Kita harus meninggalkan beban kita secara periodik,
agar kita dapat lebih segar dan mampu membawanya lagi.”

Bagaimana saudaraku….??

*kupersembahkan untuk aliran ahlul ghorimin wal jamaah :)
sudah 3 hari ini ana tidak tahu bagaimana rasa asin,manis,pedas,harum /ana pilek/